Senin, 20 Februari 2017

Pesan 5



Seiring rintik februari yang jatuh ke bumi penuh kasih aku memandang lekat jendela yang basah oleh hujan. 

Andai saja jarak itu seperti halnya permadani yang dapat kulipat menjadi dekat dan ku ikat erat. Dan akan ku biarkan terbakar hingga menyala dan jarak tiada.
Namun nyatanya tidak begitu.
Kita adalah prasangka yang tak kunjung reda.
Hingga tiba masa dimana mereka tak lelah bercerita tentang kita. Ketika mereka penuh praduga kita masih tetap dengan harapan-harapan yang kelak "mungkin"  akan menyadarkan mereka.

Tak ada pertemuan yang di undur, mungkin bukan saatnya saja. Semesta belum mengizinkanpun mungkin aku belum siap di hadiahi sebuah pertemuan olehnya.
Aku percaya,
Doa -  doa yang di ulang ibarat langkah kaki yang nanti akan sampai pada tujuan nya meski tertatih dan gontai.
Di balik tunduknya kepala untuk meredam segala debar yang aku rasa, ada harapan kecil di balik kagum yang diam-diam aku simpan. Meski belum menjadi siapa -  siapa, kamu akan melengkapi menjadi kita. Karena kita tidak peduli dengan praduga mereka kita hanya bahagia dan Tuhan merestui.

Kamis, 29 September 2016

# pesan 4

Aku pernah terbangun ; membasuh wajahku, duduk hingga bersujud di hadapan Tuhanku.
Kala gemerlapnya bintang saat pagi masih menyayangi malam.
Jatuh hingga mencintaimu 
adalah doa terindah yang Tuhan kabulkan.
Kisah ini jelas sangat berbeda, ini bukan hanya sekedar saling tukar kabar. Ini lebih kepada menjaga apa-apa yang harus musti di jaga.
Kau tahu ?
Aku teramat bersyukur pada takdir yang telah menghadirkan hati dalam sederhana .
Aku senang bisa menunggumu membuatku bersabar pada perpisahan yang dulu begitu aku benci.
Kali ini aku berserah.
Terimakasih karena kau telah menerima kurang demi kurangku yang bahkan diriku sulit menerima.
Terimakasih telah kau jadikanku raja dimana aku menjadi langkah, jawaban dan jalanmu.
Sederhana saja, bersamamu kurangku menjadi cukup.
Sebelumnya kita adalah semoga yang mereka aminkan. Setelah rindu ini kutumpahkan di hadapan Tuhan.
Bismillah, ku kirim cinta untukmu disana. 
Jagalah karena mungkin nanti kau akan menjadi makmumku di hadapan Tuhan.

#pesan3

Apa kabar hening ?
Lebih Bahagiakah kau disana ? 
Atau mungkin apakah kau sudah menemui nyaman senyaman rumah ?

Hening....

Kenapa aku begitu berjarak denganmu padahal kenyataannya kau berjarak hanya satu kedip mata saja .
Bahkan aku masih merasakan dekapanmu , deru jantungmu hingga hembusan nafasmu yg teratur di bahuku .

Kerap selalu timbul tanya .
Kau dimana ?
Apa keseringanku berfikir tentang kita .

Maaf 
Kata sederhana yang selalu menjadi juara
Yang mudah dikatakan lalu di lupakan
Sadarlah 
Kau adalah salah satu tema perbincanganku dengan Tuhan

Kita pernah tak saling menyapa akibat salah menanggapi rasa
Ingatkah.
Ada rindu yang selalu jatuh di tiap angan yg begitu menginginkan
Barangkali pelukan hangat sehabis pertengkaran serta bisikan kata sayang yang begitu menenangkan
Memudarkan kebencian
Melunturkan kekecewaan .

Aku rindu padamu .
Aku tak mau kita menjadi sepasang ragu hadapan rindu
Bagaimana keluhku terlontar sedang menjadikanmu labuhanmu saja membuatku nyaman
Jika itu kamu maka aku akan lelah dan luluh...

Mungkin jarak memiliki akhir biarlah dia berakhir dalam dekapmu 
dan aku akan menjagamu
Seperti halnya malam itu
Aku , senyumanmu dan lengan yang mengandeng di tengah keriuhan orang berlalu lalang
Aku percaya bahwa semesta membungkus rapi bingkisan Tuhan untuk menjadi sebuah kejutan demi kejutan . Terletak di sebuah senyuman  perempuan yang aku bangga banggakan 

Tetaplah kita 3 kata " aku sayang kamu "
Tak perlu kau cemaskan satu tanggal dalam kalender , kekasih . Kelak kita akan memiliki seluruh hari sepanjang tahun dalam rengkuhan amin .

Kamis, 07 April 2016

bukan lagi persinggahan

Malam padam sunyi diguyur hujan lebat yang menghujam ingatanku di kepala yang riuh tentangmu. Seakan memutar memoar lama yang kejam melintas .

  Dini hari , dalam lelapmu dan nafas yang berasa di lenganku , kamu begitu berjarak padahal kamu hanya satu kedipan mataku saja . Jika saja telapak bisa berbagi kisah .
  Aku datang dengan berbagai pelarian yang mengikutiku ibarat hendak pulang . Kakiku berlumuran lumpur  setelah berbagai jalan kulewati. Tidak seperti langit yang lupa hujan pernah datang , aku masih ingat kapan dia menangis begitu dalam bagaimana dia berlutut menahanku pergi . Aku datang ketempatmu mengetuk - ketuk pintu berharap dibukakan pintu .
  Sampai ada seseorang yang jengah menyapaku .
"Bersihkan kakimu." Seruannya di balik pintu yang hanya sedikit menganga .
Tapi aku malah memaksa untuk masuk .

"Bersihkan dulu kakimu ." Bentaknya dari dalam .
"Aku akan bersihkan kakiku asal kamu memastikan aku boleh masuk ."
Dia hanya diam dan mengangguk .
Barangkali aku tak pernah bisa memaknai tatap matanya yang menghujam kelopak mataku kala bertemu .
"Gadis itu bagaimana ?" Sekuatnya dia menahan agar tidak menitikkan air mata .

"Entahlah , aku sudah tahu kemana dan dimana aku harus pulang ." Aku memandangnya lekat .

" aku pecinta yang buruk . Berfikirlah tentangku apa saja . Sampai aku habis kata berkata maaf ."

" aku lelah berjalan kesana kemari . Aku sudah takut pergi . Aku juga tidak akan pergi seenaknya lagi ." Aku menunduk .

"Kemarilah ! Dan duduklah , akan kubuatkan coklat panas kesukaanmu .
Aku menurutinya . Ya , memang sejak mengenalnya aku menjadi suka dengan coklat panas .
Kemudian dia datang dengan dua gelas cangkir .
"Minumlah , siapa tau bisa menghilangkan dingin dan capek mu setelah berjalan kesana kemari ." Ucapnya dengan senyum simpul khas darinya .

"Jangan pergi lagi , aku ga mau khawatir mencarimu , aku takut jika kamu pergi kamu lupa jalan pulang ." Lanjutnya .

Deg...

Aku tak pernah berharap seseorang sebahagia ini menunggu sebelumnya . Aku juga tidak tahu bagaimana seseorang mengkhawatirkanku .
Entah bagaimana ini bermula . Kamu mencintaiku dengan luar biasa banyak . Banyak yang kau lakukan hal baik demi aku bahagia tanpa memperdulikan masa lalu yang sangat buruk tentangku .

"Mau maen kemana saja seorang pria suatu saat akan menemukan bagian hidupnya yang pantas disebut rumah , dan akan tinggal mungkin dalam rentan waktu lama ."

Minggu, 13 Maret 2016

#pesan 2

Matahari pagi masih sama , masih terbit dari timur . Tapi perasaan kita tidak . Seringkali berubah - ubah .
Tak seperti air yang mengalir , ini lebih dari jalan yang terjal naik turun seperti halnya gelombang . Detik berdetik dalam jarak yang sama masih saja resah melihat waktu yang masih saja bergerak tetapi diantara kita yang belum pernah terjadi pengakuan .
Tatap mata bertemu , senyum malu-malu ,pura-pura menghindar , pura-pura bertanya kabar . Merah merona ketika nama terucap.

Aku tahu diantara kita saling menjaga diri . Tidak banyak yang bisa aku lakukan selain mendoakanmu . Perasaan yang kita miliki tidak lantas membuat kita menjadi sepasang kasih , bukan .
Sebab aku tahu setiap perasaan memerlukan sebuah tindakan . Dan tindakan itu harus bertujuan . Bila aku menujumu ingatkan aku untuk selalu menjaga komitmen . Bertanyalah tentang ibadahku sebab kau kadang diam-diam menyelinap dalam doaku .

Diantara kita tercipta rasi bintang dan kumpulan embun yang jatuh di keningmu yang tak dapat kuhitung. Dan waktu , masih saja belum bisa di ajak berkompromi . Diantara kita tetap diam saja . Seperti yang kamu tahu aku ingin mengatakan sesuatu . Aku ingin mengatakan tapi aku malu memulainya , aku malu mengatakan "maukah kau menungguku ?" . Berada dalam satu tempat yang sama dalam kurun waktu lama dalam sebuah ikrar kata , yang selalu aku semogakan .

Jumat, 04 Maret 2016

#pesan 1

Kepada kekasih
Yang belum terkasih.

Maafkan aku .
Pada sepasang matamu yang menitikkan rintik-rintik kerinduan berharap cemas bisa tergantikan menjadi ramai , menjadi manja , menjadi sepasang kita .
Waktumu dan waktuku jelas berbeda , yang masih sama hanyalah kita yang masih memeluk rindu .

Biarkan aku tidur .

Karena keseringanku merayakan sepi sendiri yang belum mampu mengakui perasaanku di hadapanmu.
Hingga ku tak sadari , bayangmu tiba-tiba menyelinap di sela-sela kepala sehingga aku sesak dibuatnya.
Seakan hadir tanpa nyawa , dengan lirih ku sebut namamu dikala kau hadir di sepertiga malamku.

Aku adalah lelaki biasa ,
Yang belum pernah mengkhianatimu , semoga.
Yang tak juga ingin membuatmu terluka.

Kali ini biarkan aku tidur , agar aku bisa memimpikan kau membaca pesanku lalu memelukku erat.
Karena kau lah yang mengajarkanku untuk menyayangi perempuan dengan cara yang tak biasa .