Matahari pagi masih sama , masih terbit dari timur . Tapi perasaan kita tidak . Seringkali berubah - ubah .
Tak seperti air yang mengalir , ini lebih dari jalan yang terjal naik turun seperti halnya gelombang . Detik berdetik dalam jarak yang sama masih saja resah melihat waktu yang masih saja bergerak tetapi diantara kita yang belum pernah terjadi pengakuan .
Tatap mata bertemu , senyum malu-malu ,pura-pura menghindar , pura-pura bertanya kabar . Merah merona ketika nama terucap.
Aku tahu diantara kita saling menjaga diri . Tidak banyak yang bisa aku lakukan selain mendoakanmu . Perasaan yang kita miliki tidak lantas membuat kita menjadi sepasang kasih , bukan .
Sebab aku tahu setiap perasaan memerlukan sebuah tindakan . Dan tindakan itu harus bertujuan . Bila aku menujumu ingatkan aku untuk selalu menjaga komitmen . Bertanyalah tentang ibadahku sebab kau kadang diam-diam menyelinap dalam doaku .
Diantara kita tercipta rasi bintang dan kumpulan embun yang jatuh di keningmu yang tak dapat kuhitung. Dan waktu , masih saja belum bisa di ajak berkompromi . Diantara kita tetap diam saja . Seperti yang kamu tahu aku ingin mengatakan sesuatu . Aku ingin mengatakan tapi aku malu memulainya , aku malu mengatakan "maukah kau menungguku ?" . Berada dalam satu tempat yang sama dalam kurun waktu lama dalam sebuah ikrar kata , yang selalu aku semogakan .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar