Senin, 20 Februari 2017

Pesan 5



Seiring rintik februari yang jatuh ke bumi penuh kasih aku memandang lekat jendela yang basah oleh hujan. 

Andai saja jarak itu seperti halnya permadani yang dapat kulipat menjadi dekat dan ku ikat erat. Dan akan ku biarkan terbakar hingga menyala dan jarak tiada.
Namun nyatanya tidak begitu.
Kita adalah prasangka yang tak kunjung reda.
Hingga tiba masa dimana mereka tak lelah bercerita tentang kita. Ketika mereka penuh praduga kita masih tetap dengan harapan-harapan yang kelak "mungkin"  akan menyadarkan mereka.

Tak ada pertemuan yang di undur, mungkin bukan saatnya saja. Semesta belum mengizinkanpun mungkin aku belum siap di hadiahi sebuah pertemuan olehnya.
Aku percaya,
Doa -  doa yang di ulang ibarat langkah kaki yang nanti akan sampai pada tujuan nya meski tertatih dan gontai.
Di balik tunduknya kepala untuk meredam segala debar yang aku rasa, ada harapan kecil di balik kagum yang diam-diam aku simpan. Meski belum menjadi siapa -  siapa, kamu akan melengkapi menjadi kita. Karena kita tidak peduli dengan praduga mereka kita hanya bahagia dan Tuhan merestui.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar