Matahari pagi masih sama , masih terbit dari timur . Tapi perasaan kita tidak . Seringkali berubah - ubah .
Tak seperti air yang mengalir , ini lebih dari jalan yang terjal naik turun seperti halnya gelombang . Detik berdetik dalam jarak yang sama masih saja resah melihat waktu yang masih saja bergerak tetapi diantara kita yang belum pernah terjadi pengakuan .
Tatap mata bertemu , senyum malu-malu ,pura-pura menghindar , pura-pura bertanya kabar . Merah merona ketika nama terucap.
Aku tahu diantara kita saling menjaga diri . Tidak banyak yang bisa aku lakukan selain mendoakanmu . Perasaan yang kita miliki tidak lantas membuat kita menjadi sepasang kasih , bukan .
Sebab aku tahu setiap perasaan memerlukan sebuah tindakan . Dan tindakan itu harus bertujuan . Bila aku menujumu ingatkan aku untuk selalu menjaga komitmen . Bertanyalah tentang ibadahku sebab kau kadang diam-diam menyelinap dalam doaku .
Diantara kita tercipta rasi bintang dan kumpulan embun yang jatuh di keningmu yang tak dapat kuhitung. Dan waktu , masih saja belum bisa di ajak berkompromi . Diantara kita tetap diam saja . Seperti yang kamu tahu aku ingin mengatakan sesuatu . Aku ingin mengatakan tapi aku malu memulainya , aku malu mengatakan "maukah kau menungguku ?" . Berada dalam satu tempat yang sama dalam kurun waktu lama dalam sebuah ikrar kata , yang selalu aku semogakan .
Minggu, 13 Maret 2016
Jumat, 04 Maret 2016
#pesan 1
Kepada kekasih
Yang belum terkasih.
Maafkan aku .
Pada sepasang matamu yang menitikkan rintik-rintik kerinduan berharap cemas bisa tergantikan menjadi ramai , menjadi manja , menjadi sepasang kita .
Waktumu dan waktuku jelas berbeda , yang masih sama hanyalah kita yang masih memeluk rindu .
Biarkan aku tidur .
Karena keseringanku merayakan sepi sendiri yang belum mampu mengakui perasaanku di hadapanmu.
Hingga ku tak sadari , bayangmu tiba-tiba menyelinap di sela-sela kepala sehingga aku sesak dibuatnya.
Seakan hadir tanpa nyawa , dengan lirih ku sebut namamu dikala kau hadir di sepertiga malamku.
Aku adalah lelaki biasa ,
Yang belum pernah mengkhianatimu , semoga.
Yang tak juga ingin membuatmu terluka.
Kali ini biarkan aku tidur , agar aku bisa memimpikan kau membaca pesanku lalu memelukku erat.
Karena kau lah yang mengajarkanku untuk menyayangi perempuan dengan cara yang tak biasa .
Yang belum terkasih.
Maafkan aku .
Pada sepasang matamu yang menitikkan rintik-rintik kerinduan berharap cemas bisa tergantikan menjadi ramai , menjadi manja , menjadi sepasang kita .
Waktumu dan waktuku jelas berbeda , yang masih sama hanyalah kita yang masih memeluk rindu .
Biarkan aku tidur .
Karena keseringanku merayakan sepi sendiri yang belum mampu mengakui perasaanku di hadapanmu.
Hingga ku tak sadari , bayangmu tiba-tiba menyelinap di sela-sela kepala sehingga aku sesak dibuatnya.
Seakan hadir tanpa nyawa , dengan lirih ku sebut namamu dikala kau hadir di sepertiga malamku.
Aku adalah lelaki biasa ,
Yang belum pernah mengkhianatimu , semoga.
Yang tak juga ingin membuatmu terluka.
Kali ini biarkan aku tidur , agar aku bisa memimpikan kau membaca pesanku lalu memelukku erat.
Karena kau lah yang mengajarkanku untuk menyayangi perempuan dengan cara yang tak biasa .
Langganan:
Komentar (Atom)