Kamis, 07 April 2016

bukan lagi persinggahan

Malam padam sunyi diguyur hujan lebat yang menghujam ingatanku di kepala yang riuh tentangmu. Seakan memutar memoar lama yang kejam melintas .

  Dini hari , dalam lelapmu dan nafas yang berasa di lenganku , kamu begitu berjarak padahal kamu hanya satu kedipan mataku saja . Jika saja telapak bisa berbagi kisah .
  Aku datang dengan berbagai pelarian yang mengikutiku ibarat hendak pulang . Kakiku berlumuran lumpur  setelah berbagai jalan kulewati. Tidak seperti langit yang lupa hujan pernah datang , aku masih ingat kapan dia menangis begitu dalam bagaimana dia berlutut menahanku pergi . Aku datang ketempatmu mengetuk - ketuk pintu berharap dibukakan pintu .
  Sampai ada seseorang yang jengah menyapaku .
"Bersihkan kakimu." Seruannya di balik pintu yang hanya sedikit menganga .
Tapi aku malah memaksa untuk masuk .

"Bersihkan dulu kakimu ." Bentaknya dari dalam .
"Aku akan bersihkan kakiku asal kamu memastikan aku boleh masuk ."
Dia hanya diam dan mengangguk .
Barangkali aku tak pernah bisa memaknai tatap matanya yang menghujam kelopak mataku kala bertemu .
"Gadis itu bagaimana ?" Sekuatnya dia menahan agar tidak menitikkan air mata .

"Entahlah , aku sudah tahu kemana dan dimana aku harus pulang ." Aku memandangnya lekat .

" aku pecinta yang buruk . Berfikirlah tentangku apa saja . Sampai aku habis kata berkata maaf ."

" aku lelah berjalan kesana kemari . Aku sudah takut pergi . Aku juga tidak akan pergi seenaknya lagi ." Aku menunduk .

"Kemarilah ! Dan duduklah , akan kubuatkan coklat panas kesukaanmu .
Aku menurutinya . Ya , memang sejak mengenalnya aku menjadi suka dengan coklat panas .
Kemudian dia datang dengan dua gelas cangkir .
"Minumlah , siapa tau bisa menghilangkan dingin dan capek mu setelah berjalan kesana kemari ." Ucapnya dengan senyum simpul khas darinya .

"Jangan pergi lagi , aku ga mau khawatir mencarimu , aku takut jika kamu pergi kamu lupa jalan pulang ." Lanjutnya .

Deg...

Aku tak pernah berharap seseorang sebahagia ini menunggu sebelumnya . Aku juga tidak tahu bagaimana seseorang mengkhawatirkanku .
Entah bagaimana ini bermula . Kamu mencintaiku dengan luar biasa banyak . Banyak yang kau lakukan hal baik demi aku bahagia tanpa memperdulikan masa lalu yang sangat buruk tentangku .

"Mau maen kemana saja seorang pria suatu saat akan menemukan bagian hidupnya yang pantas disebut rumah , dan akan tinggal mungkin dalam rentan waktu lama ."